 |
| Rambut Rontok |
Rambut rontok sebenarnya adalah fenomena
umum dalam kehidupan sehari-hari. Normalnya, kita bisa kehilangan
sekitar 100 rambut perhari. Ada sejumlah faktor penyebab rontoknya
rambut, mulai dari stress, faktor keturunan hingga faktor penyakit.
Rata-rata umur rambut umumnya antara 3-4 tahun.
Dewasa ini pengaruh dari genetik secara turun temurun atau perubahan
iklim alam yang terjadi mendadak dapat menjadi faktor pemicu kerontokan
rambut. Dengan berbagai perawatan rambut, Anda dapat memerangi
kerontokan rambut. Namun lebih penting lagi jika Anda tahu penyebab atau
pemicu kerontokan rambut, agar Anda bisa menangkalnya.
Penyebab kerontokan rambut
Penyebab umum : kerontokan rambut terjadi ketika
jangka hidup rambut berakhir. Dalam waktu 6 bulan kemudian rambut baru
akan menggantikan tempat yang lama. Beberapa cara
styling rambut seperti
blow drying,
memakai shampoo dan menyisir juga mungkin menyebabkan kerontokan.
Proses penuaan juga menjadi faktor yang menyebabkan kerontokan rambut
secara besar-besaran. Setelah umur 30 tahun proses peremajaan rambut
cenderung menurun atau berkurang karena penuaan. Kebanyakan laki-laki
juga mengalami kerontokan atau pembotakan rambut lebih cepat
dibandingkan dengan wanita.
Penyebab turun temurun : faktor genetik yang tidak
normal menjadi kontribusi kerontokan rambut. Salah satu masalah genetis
yang umum terjadi adalah ketidakmampuan untuk menggantikan rambut yang
rontok secara alami. Dalam kasus demikian, jarak (tiap generasi) tidak
mampu diperbaiki dan dalam beberapa kasus ekstrim, seseorang bisa saja
mengalami kebotakan di usia yang lebih muda. Penyebab lebih jauh
tergantung pada tiga faktor seperti gender, umur dan hormone. Terlihat
bahwa faktor genetik ini terlihat lebih berdampak pada laki-laki
dibandingkan dengan pada perempuan. Penuaan adalah alas an lainnya.
Ketidakseimbangan hormon menyebabkan juga kerontokan. Sementara itu,
kebotakan berhubungan dengan terganggunya hormon testoteron.
Penyebab berhubungan dengan stress : Stress bisa
menyebabkan juga kerontokan rambut. Tekanan emosional atau fisik secara
berlebihan umumnya berkontribusi menjadi dua jenis kerontokan rambut.
Jenis pertama adalah Telogen Effluvium, jenis ini berbahaya. Dalam
jenis kerontokan rambut seperti ini, pertumbuhan rambut berhenti dan
akan terbengkalai hingga tiga bulan sebelum. Proses peremajaan atau
tumbuhnya kembali rambut memakan waktu antara 6 hingga 9 bulan.
Jenis kedua disebut dengan Alopecia Areata. Ini terjadi ketika sel darah putih menyerang
follicle
atau kantung rambut. Rambut biasanya rontok. Tapi kadang itu melibatkan
seluruh kulit kepala dan secara ekstrim juga bulu-bulu badan. Meski
dalam kasus ini rambut akan tumbuh kembali, cukup penting untuk segera
memulai perawatan regenerasi rambut. Sehingga kebotakan bisa dicegah.
Efek samping Pengobatan Medis : Sejumlah obat memang
memiliki efek samping dan menjadi penyebab kerontokan rambut.
Mengonsumsi obat dalam jangka panjang bisa menyebabkan kebotakan.
Contohnya kemoterapi dapat menyebabkan kerontokan rambut karena kulit
dan rambut terpapar radiasi ‘X Ray’ yang kuat utuk membunuh sel kanker.
Selama kehamilan, sebagian besar wanita juga mengalami kerontokan
rambut. Itu terjadi karena faktor hormonal yang berubah selama kehamilan
hingga saat setelah melahirkan. Penggunaan pil pengendali kehamilan
juga berkontribusi pada kerontokan rambut sebagai efek samping. Jika
Anda mengalami kerontokan rambut seperti ini, segeralah berkonsultasi
pada dokter.
Sejumlah penyebab kerontokan rambut tadi bisa mulai Anda telah dalam
diri Anda, dan mulai mengambil perawatan preventif untuk mengurangi
dampak buruk kerontokan rambut.
Sumber :
http://sehatplus.com
http://greenlove-ind.org/index.php/Hidup-Sehat/atasi-kerontokan-rambut.html